jump to navigation

Hak Kekayaan Intelektual di Lingkungan Digital 23 September, 2007

Posted by Sir Spitod in SchoolWork.
trackback

Rangkuman saya dari presentasi Bapak Danrivanto Budhijanto, SH, LLM in IT Law, berjudul (Intellectual Property in Digital Environment) tentang HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Semoga dapat menambah pengetahuan..

HKI sangat dipengaruhi oleh globalisasi. Menurut buku The World Is Flat,  proses globalisasi di dunia dapat dibagi dalam tiga tahap:

1.      …-1800 = Globalisasi 1.0 oleh negara. Kegiatan ekplorasi dan penjajahan wilayah yang dilakukan oleh negara yang kuat. Contohnya seperti upaya Persia untuk menjajah Yunani (nonton film 300). Globalisasi ini dimotori oleh semangat 3G, yaitu Gold, Glory, Gospel. (bukan 3G hape!)

2.      1800-2000 = Globalisasi 2.0 oleh perusahaan internasional. Pada waktu Indonesia dijajah oleh belanda, sebetulnya bukanlah kerajaan Belanda yang melakukannya melainkan VOC, perusahaan dagang belanda. Globalisasi ini bertujuan untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

3.      2000-… = Globalisasi 3.0 oleh individu. Kini seorang individu dapat mempengaruhi dunia. Salah satu contohnya adalah Bill Gates yang dengan Microsoft sempat menjadi manusia terkaya didunia, dan OS Windows-nya mendominasi PC secara global. 

Dan pada Globalisasi 3.0 ini, HKI(Hak kekayaan Intelektual) adalah hak yang sangat penting, karena perlindungan terhadap HKI-lah yang akan mengembangkan daya kreasi masyarakat.  Dalam upaya perlindungan HKI ini, dibentuk IPR Law. Menurut IPR, HKI dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

·         Hak Cipta, yaitu hak eksklusif untuk mengumumkan, memperbanyak, memberi izin karya cipta

·         Hak Kekayaan Industri, contoh: paten, merek, desain industry, IC, rahasia dagang, dll.

Hak cipta berbeda dengan paten, karena hak cipta tidak membutuhkan registrasi. Hak cipta di Eropa menjurus pada Moral rights, sedangkan Amerika Serikat lebih kepada Economic Rights(Uuh, Kapitalis!). Perlindungan HKI Amerka serikat dianggap paling kuat, karena berlaku melebihi batas teritorial negara Amerika sendiri (tentu saja, kudu bayar L).

Di Indonesia, hak cipta dilindungi selama 50 tahun. Setelah itu, karya tersebut menjadi milik umum. Karena itulah perusahaan seperti Coca Cola tidak mau mematenkan resep minumannya. So, diadakan kategori rahasia dagang, yang dapat berlaku selamanya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: