jump to navigation

Mencicipi Dialog Ala Filsuf 8 September, 2007

Posted by Sir Spitod in Contemplation, eXperience, Interes-Things, Personal.
trackback

Kemarin lagi malam keakraban di kosan-ku. Makanannya Kambing Bakar, sedap.. tapi sori enggak bisa bahas, saya bukan ahli kuliner..

Saya duduk dengan seorang teman saya yang kebetulan satu sekolah. Setelah makan-makan selesai, kami saling ngobrol. Bahasa Inggris, lho. Dasar anak dari International School, dia merasa lebih mudah mengutarakan pendapat dengan bahasa Inggris! Yah, hitung-hitung latihan.. (setengah ngerti omongannya)

Pembicaraan kami tak berapa lama kemudian mulai menjurus ke hal-hal yang filosofis. Tampaknya teman saya ini memang menyukai filosofi. Maklum, dia dulu belajar di International School, dan diajarin hal begituan.. Saya yang tertarik, menyalakan mode serius ke posisi “on”.

Dialog dimulai. Dia mulai membagi beberapa pandangannya yang unik. Saya menghargainya, walau gesekan-gesekan mulai terjadi… Tentang Teori Evolusi.. dia mengatakan bahwa kemungkinan besar teori itu benar, dimana saya tidak setuju. Soalnya kalau menurut saya, sekedar survival of the fittest tak mungkin menciptakan keseimbangan yang begitu indah (terpengaruh Harun Yahya).

Lalu dia menyatakan bahwa komputer bisa “think” sedangkan saya berpendapat kalau komputer bukan “think”, mereka “compute”. Setelah beberapa kali saling beradu argumen, saya sadar bahwa definisi “think” itu berbeda antara dia dan saya. Dia juga sadar, lalu bilang bahwa dia memakai definisi yang standar dalam ilmu filsuf.

“Oh yeah? Who made that so called ‘standard’ definition?”

“Well, it comes from the Greeks..”

Oke.. Jadi ini ini antara definisi “think” oleh kakek-kakek Yunani dari zaman super baheula dan anak ingusan yang baru berfikir seumur jagung. Enggak tahu mana yang lebih valid, saya minta ganti topik saja.

Lebih lanjut lagi, dialog ini mulai menuju hal-hal relijiustik. Kami saling setuju bahwa ada nilai-nilai yang universal, dimana hampir semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi saat masuk hal yang bersifat ritual, umumnya saling sebut “kafir!”.

Dia lalu melangkah ke pertanyaan tentang tuhan. Dia bilang mungkin saja ada tuhan, atau banyak tuhan, atau malah tak ada tuhan. Bahkan, mungkinkah bahwa “tuhan” itu diciptakan oleh “tuhan” yang lebih tinggi?

Saya sedikit kaget atas pernyataannya. Dia seorang muslim. Tapi dia lalu berkata bahwa dia sedang bicara sebagai seorang sekuler. Dalam filosofi, katanya, kita harus meninggalkan segala anggapan awal dan yang telah diajarkan pada kita. Pikiran kita harus bebas.

Tuhan.. saya cuma bilang, hanya ada satu Tuhan. Titik.

You’ll have to think outside the box!”.

I always try to think outside the box. But once outside, I realize that I’am inside a bigger box. Finally, there’s a layer of box that I’ve forbidden myself to go outside. And that’s that.”

You’re like a prisoner in a cave.”

“Well, I guess philosophy’s not my thing.”

*Mengenai pendapat saya tentang lapisan boks ini, Pak Agor menjelaskannya dengan baik disini.

Pembicaraan masih berlanjut, tapi tidak lagi begitu signifikan. Tak berapa lama kemudian, kami dipanggil ngobrol oleh yang lebih lama di kosan. Mereka membicarakan Kereta hantu, Metromini jin, Ojek Setan.. Halah. Enggak mutu. Pamit, terus pergi tidur, sambil memikirkan posisi saya di dunia.

Komentar»

1. agorsiloku - 8 September, 2007

hm… bagaimanapun lebih baik memilih hidup dalam penjara dalam sebuah gua, dari pada hidup keluar dari gua dan bebas (dalam pikiran) tapi tidak pernah kemana-mana. Manusia kerap lupa, kita hidup tak lebih dan tak kurang dengan jasad tempat jiwa itu membaca kehidupan, setelah perjanjian terdahulu yang menjelaskan siapa aku dan siapa Engkau. Manusia lupa bahwa kita terpenjara dalam dunia tempat transit kita mencapai kampung akhirat. Kampung akhirat diperkenalkan pencipta kepada kita sebagai tujuan akhir kita, sedang tempat transit hanyalah semu dan memperdayakan.
Lalu mengapa kita bela-belain habis-habisan sampai harus mengingkarinya?. Jadikan saja “penjara” itu tempat kita berinvestasi untuk tabungan akhirat……

@
Yap, yang penting jangan sampai begitu keluar “penjara” kita enggak bisa ke tempat yang lebih baik.

2. mathematicse - 8 September, 2007

Kok teori tentang evolusinya sedikit sih kang dibahasnya?

3. madsyair - 8 September, 2007

Sayang, otak saya belum nyampe buat memahami filsafat.

4. M Shodiq Mustika - 9 September, 2007

Cerita menarik. Aku juga suka diskusi dengan para “filsuf” kayak gitu. Namun dalam pengalamanku, mereka bukanlah orang yang paling sulit didakwahi.

5. oddworld - 9 September, 2007

Think outside the box menurut saya ada korelasinya dengan free will yang diberikan Tuhan pada kita…ada yang menggunakan free will itu untuk think outside the box…ada juga yang tidak🙂
Salam kenal saudara spitod.

6. islam feminis - 9 September, 2007

“mungkin saja ada tuhan, atau banyak tuhan, atau malah tak ada tuhan”…SEORANG FILSUF SEJATI BUKAN HANYA SEKEDAR MEMBERIKAN KEMUNGKINAN, TETAPI IA AKAN DAPAT “MENETAPKAN” PENDAPAT DENGAN DASAR “ARGUMEN RASIONALNYA”. DAN HINGGA KINI, TERBUKTI, TAK SEORANGPUN YANG DAPAT MENETAPKAN SECARA RASIONAL BAHWA TUHAN TIADA.

7. perempuannya - 9 September, 2007

lam kenal
bisa ga ya memfilusufkan filusuf?

8. baliazura - 9 September, 2007

Teori Evolusi kembali ke Teori Harun Yahya
Teori Tuhan kecil dan Tuhan besar=Teori penciptaan kembali ke Teori Harun Yahya

jadi puyeng kembali ke leptopnya tukul🙂

9. Spitod-san - 10 September, 2007

@mathematicse
Saya engga begitu banyak membahas evolusi dengan teman saya, lagi pula gak begitu ilmiah sih, malu.🙄

@madsyair
saya juga senasib kok🙂

@M shodiq
Saya engga bermaksud mendakwahi teman saya.. cuma berbagi pikiran. (yah, mungkin sedikit.. hehe)

@oddworld
yah karena free thought, menurut saya sih harus kita batasi.. biar engga tersesat.

@islamfeminis
Dia waktu itu sedang memberika list of option yang tersedia.. kalau secara rasional sih, selalu ada tesa dan antitesa.. (btw, jangan capslock semua dong..)

@perempuannya
filsuf aja saya enggak ngerti..🙄 apaan pula menfilsufkan filsuf??

@balianzura
Kalo aja tukul bisa jwab..😀

10. atmo4th - 11 September, 2007

Hmm, dulu saya suka mikir yang kayak gini dan gak bisa nemuin jawabannya. Saya pikir saya sendirian, tapi ternyata teman-teman SMA juga banyak yang mikir yang aneh2.. Kesimpulannya yang kayak gini tuh otak kita gak akan nyampe. Dipikir lama-lama malah bisa atheis. Enjoy your life, your environment.

11. darylmusashi - 24 September, 2007

Hi.. I am the man in question.. Just to clarify things:
1. The idea of getting outside the cave is to see the Sun, the Plato’s Form of Good, the moslem’s Allah, the hindi’s Gods, the whatever your Form of Good is. We go nowhere outside the cave, but to see the truth with our own eyes. Please read “Plato’s Allegory of the Cave” before commenting any further so that we have a standard definition.
2. I am not a philosopher, I am just a man learning about philosophy. In dialogues, try not to judge the man, but the idea.
3. I don’t care about preaches since I don’t do one. I listen to preachings, but in discussion I have to pry for my freedom of expression, thus please don’t get to something as personal as preaching because faith is really really really personal.
4. Thinking outside the box is not synonymous to having a heresy.
5. I am not a philosopher. Things I say are not necessarily true, or to be accepted as truth. Things philosophers say are not necessarily true, or to be accepted as truth.
6. I did not state a theory. I stated an idea of a God that Created the God, and the possibility of the Creator and Creation being the same Entity. In Islam, God is The Sole Creator. I am just playing with words: if God Exists, and God Creates everything that exists, could it be that They Created Themselves?
7. Atheism is an idea that rejects the Existence of God. If we have the strong faith that God Exists.
8. I did say that maybe God never Existed, but that is because Exist implies the Being-There-ness in the realm of Universe we know of. If He is outside of the Universe, maybe the term Exist is not appropriate anymore. He is there, but let’s find a new word for Them because Exist implies being inside a realm where the law of Physics confines any action. God cannot be Confined. If God is Confined by Their own creation, then God is not a Creator.
0. The article writer did not taste a philosopher’s dialogues. He had a chat with me about philosophy. I am suggesting for the title to be changed to avoid further misconception.
9. I did not say that there is a thick chance that the Evolution Theory is ‘truer’ than Genesis Theory. I simply presented arguments supporting Evolution Theory. If he took it as me being inclined to Evolution Theory then it is his perception. He simply did not ask me to share what I think about counter-arguments of Evolution Theory. Oh well. A branching argument: it may just be that Evolution Theory supports Genesis Theory, or vice versa.
10. We have to have a free mind, yes, __while having a dialogue__. Imagine that the discussion is happening with people having different faith. Whatever you say that has the basis from your faith will not get to them. They will not comprehend. It’s just a dialogue, you know.. After the dialogue, continue with your faith whatever it is, do its teaching, whatever. I–or whoever the dialogue partner is–am not your spiritual consultant, nor a preacher, nor a prophet, nor a God. I simply want a dialogue. Period.
11. I agree that our minds are too simple to understand the Truth, at least for now. They say that you will understand the Truth not sooner than the last milliseconds of your life. And of course, noone will ever understand God, for if He can be understood, then you will have a Mastery upon God. God cannot be Mastered.

Thinking outside the box is sometimes good for you. Just keep in mind that what you think need not be true. Truth isn’t something easy to find. Hell would be empty otherwise.

I am nascent. Whatever I said is nascent. If you disagree with whatever I said:
a. Shut up, sit back, even close the window.
b. Speak up, I will respond but only if the blog owner permits.
c. Discuss it with your friends, and then do option a or b.
d. Discuss it with your friends then do option d until you are ready to do option a or b.

Thanks, Spitod. By the way, if you do not like discussion about philosophy, we can talk about Islam instead. Or music. Or programming. Or movies, lifestyle, games, myriads other topics.

Cheers.

12. Spitod-san - 26 September, 2007

@darylmusashi
1. If that’s so, i guess Muhammad SAW is the one who freed us and show the light.
2. I am judge the idea. Do i denounce you here? sorry if it is. didn’t mean to.
3. Yeah i know. That’s the difference between us. I some limits to my mind.
4. It’s on the matter of which layer of box, i guess.
5. I never state anything i or you said to be absolutely true.
6. I’m too scared to play with the concept’s of God. nuff’ said.
8. Of course God doesn’t confined by it’s creation. The definition of exist, more lingust stuff. Care to be simple? i use exist=”ada, entah dimana atau kapanpun, pokoknya ada.”
9. Oh man, i couldn’t think of another one. don’t you think this could be said as a beginner’s chat?
10. I’m the one who presented the counter arguments.. i judge the idea you speak. If you had a different opinion, why don’t you say it back then?
11. Like i said, i can’t and won’t leave my fundamentals faith for any reason. That’s why i never debate about religion with another faith.
12. I don’t think i’ve understand the truth now. But i believe the truth will be revealed at judgement day.

We had a dialogue, we agree on something, disagree on something else, but our thoughts are our own freedom. We respect each other’s opinion, right?

Yeah, i’d like to talk about something else. What game are you into?

Salam,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: