jump to navigation

Allahu Akbar.. Hey, Aku Dapat Ilham! 1 Agustus, 2007

Posted by Sir Spitod in Contemplation, Inreligion.
trackback

Kalau dipikir-pikir, sering kali, ide-ide terbaikku datang pada saat saya sedang shalat. Bila lupa nyimpan barang, sudah jungkir balikkan rumah, saat shalat ingat tempatnya. Mengerjakan soal fisika atau matematika, mampet, sewaktu shalat “ting!” jadi ngerti. Luar biasa shalat!

Tapi disela kebanggaan itu, saya jadi ingat kisah ini…

Seseorang lupa tempat penyimpanan hartanya, kemudian datanglah ia ke pada Abu Hanifah r.a. Lalu Abu Hanifah berkata, “Sebetulnya ini bukan persoalan fiqih yang harus aku jawab. Tapi sebaiknya engkau pergi dan kerjakan shalat malam hingga pagi, niscaya engkau akan ingat kembali dimana harta itu engkau sembunyikan.”

Orang itu lalu mengerjakan shalat malam, dan sebelum seperempat malam ia teringat kembali tempat penyimpanan hartanya, sehingga datanglah kembali ia ke tempat Abu Hanifah. Abu Hanifah bertanya, “Apakah kau teruskan shalatmu?”. Orang itu menggeleng. “Aku menyuruhmu, karena aku tahu bahwa setan takkan membiarkanmu shalat malam dengan tenang. Celaka engkau, teruskan shalat malam-mu sebagai bentuk syukurmu kepada Allah!

Aargh! *jatuh*

Kalau menyimak dari kisah tadi, mungkin “ilham” yang datang saat shalat itu bukan sesuatu yang benar-benar “baik”. Kalau buat saya sih, emang, “ilham” itu sering kali membuat shalat jadi tidak konsen. Kepikiran terus itu “ilham”, takut ilang. Rasanya jadi pengen cepat-cepat, selesaikan shalat. Istilahnya jadi engga “khusyu”. Badan di atas sajadah tapi pikirannya kemana.

Udah bertahun-tahun shalat, min. 5x sehari, tapi masih susah kalo mau “khusyu”…

Wallahu’alam.

Komentar»

1. agorsiloku - 3 Agustus, 2007

he…he… he… semua mengalami… karena ketika kita menghadapNya, yang ada di kepala kita bukan menghadapnya… tapi melaksanakan kewajiban, menggugurkan kewajiban…

@
Menggugurkan kewajiban.. benar banget. Jadi inget Lagu “Jika Surga&Neraka Tak Pernah Ada”

2. mathematicse - 4 Agustus, 2007

Hahaha… ternyata banyak juga ya orang yang kayak gini.

Saya juga suka begitu. Kalau sesuatu hal lupa, suka kepikiran terus. Udah diingat-ingat, seringnya tetep lupa. Eh pas sholat, baru aja takbir, malah ingat. Jadinya sholat ga khusuk. Ternyata, syaiton yang mengganggu ya.. (saya baru denger kisah ini).😀

@
Berarti ini fenomena umum, ya..

3. kang deden - 6 Agustus, 2007

Sebagai manusia biasa pasti mengalami hal tersebut .. ya tapi ini satu-satunya jalan bagi kita .. karena kita minta petunjuk pada pencipta kita .. kalo saya sih jalani saja semampu kita .. serahkan semua urusan pada Alloh SWT .. dan biarlah DIA yang menentukan gugur apa tidaknya .. tapi intinya kita meminta pentunjukNYA.

@
Allah menyukai hambanya yang memperbaiki diri…
Tapi keadaan ini adalah patut kita sesali.

4. Ketika Website/Situs Itu Menyesatkan!. « Sains-Inreligion - 7 November, 2007

[…] memojokkan, maka akan semakin tampak “sedang” memukul dirinya sendiri.  Yang terhalus adalah membuat kita lupa pada apa yang menjadi tujuan kita melakukan sesuatu.  Dipujilah karena setiap hari melantunkan ayat suci dengan merdu.  Tapi tidak […]

5. NuDe - 7 November, 2007

kerasa juga nih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: