Bersulit-sulit Beribadah, Kemudian?? 10 September, 2007
Posted by Sir Spitod in Contemplation, Inreligion.trackback
Bentar lagi puasa.. dan saya ingin menyampaikan kisah ini, semoga bermanfaat dalam memperkaya jiwa kita menghadapi bulan Ramadhan. Kisah ini saya sudah lupa baca dari buku apa, bahkan tidak tahu sahih atau tidak. Tapi saya rasa makna yang tersirat mengandung kebenaran. Silahkan menikmati..
Dahulu kala, di bulan Ramadhan..
Seorang alim mandi(baca:bersuci), memakai pakaiannya yang terbaik, dan berniat. Dia lalu pergi ke masjid, hendak menunaikan ibadah shalat taraweh. Tapi saat dia hampir sampai di masjid, dia tergelincir hingga jatuh di kubangan penuh lumpur.
Tanpa banyak bicara, dia pulang ke rumahnya. Dia kembali mandi, mengganti dengan pakaian yang bersih, dan berniat. Sekali lagi dia menuju masjid, dengan tujuan yang sama. Dalam perjalanan, dia terjatuh lagi di kubangan yang persis sama!
Sekali lagi dia bangkit, kembali ke rumah, bersiap, dan berangkat ke masjid dengan semangat yang tetap kokoh. Walau, nasibnya tetap sama. Dia kembali penuh kotoran setelah untuk yang ketiga kalinya jatuh di kubangan yang sama.
Tidak putus asa, dia sekali lagi pulang ke rumah, menyiapkan dirinya, lalu berjalan ke masjid. Kali ini, di tengah perjalanan dia bertemu dengan seseorang yang membawa lampion. Orang itu menawarkan menemani dirinya sampai ke masjid. Perjalanan mereka lancar tanpa masalah. Sesampai di masjid, orang alim itu berterima kasih. Orang yang membawa lampion itu lalu bertanya,
“Tahukah kamu siapa aku?”
“Tidak.”
“Saya adalah Setan.”
“Naudzubillah! Lalu mengapa kau membantuku ke masjid?”
“Sesungguhnya dari tadi sayalah yang mendorong anda hingga jatuh di kubangan itu. Saya ingin mencegah anda beribadah. Tapi anda tetap teguh. Waktu pertama kali anda jatuh dan tidak marah, tetapi memperbaiki diri, Allah SWT mengampuni dosa-dosa anda. Saat kedua kalinya anda gagal ke masjid tapi kembali bersiap, Allah SWT mengampuni dosa-dosa orang tua anda. Yang ketiga kalinya anda tidak menyerah, Allah SWT mengampuni dosa-dosa keluarga anda. Saya takut Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa tetangga(baca: orang yang dikasihi) anda bila sekali lagi anda jatuh dan tetap kekeuh. Karena itu kali ini saya membawa lampion ini untuk membimbing anda selamat ke masjid!”



Hmmm, kalau saya pernah denger cerita ini Kang. Tapi, lupa juga siapa yang nyeriatain ya? Aneh!
Tapi, ada hikmah yang bisa diambil dari kisah ini.
Iya, cerita bagus ini pernah saya denger.. jadi inget lagi..
Kang Spitod (maaf mau OOT) nih.
Saya sudah menulis tentang kalkulus (seperti permintaan kang Spitod). Mudah-mudahan sedikit merefresh… hehe…
wah mantap juga, ga tau sih kisah ini benar ato tidak, tapi lumayan jadi nambah semangat untuk beribadah… kalo susah, ternyata 4jj1 sudah punya hadiahnya buat kita, hanya saja terkadang kita suka melihat apa-apa yang nyata saja di dunia tanpa memperhitungkan sebenarnya kita sudah punya apa saja di alam ghaib (akhirat) kelak….
thx, salam kenal yaks…
lumayan nambah pengetahuan , minta ijin copy paste broo
salam kenal yah